Rabu, 04 Januari 2023

Mengenal Program One Village One Pruduct (OVOP) untuk Kemajuan para UMKM

 


Program yang awalnya dirintis di jepang daerah oita, Jepang padatahun 1980 oleh seorang profesor sekaligus gubernur prefektur daerah tersebut. Suatu program yang mengembangkan produk ekonomi unggulan yang berasal dari suatu daerah dengan basis UMKM. Dengan mengedepankan cultur dan ciri khas daerah maka produk – produk yang dihasilkan dalam program OVOP berkesempatan dan berpeluang untuk menjadi produk unggulan daerah yang dapat bersaing dengan produk nasional bahkan internasional. Produk yang dihasilkan dari desa-desa tentunya tidak dapat ditemui dari produk yang berasal dari industri besar. Perbedaan utamanya adalah ketelitian dan keindahan yang dihasilkan tentunya berbeda karena melalui sumber daya manusia secara langsung dan minim melalui mesin. Kebijakan OVOP akan terus dikembangkan dan produknya juga akan mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah. Kebutuhan UMKM yang utama adalah bagaimana peningkatan promosi dari produknya. Saat ini Indonesia yang memiliki ribuan suku budaya dan berbagai bahasa daerah serta memiliki kultur lingkungan dan sumber daya yang beragam akan menghasilkan produk yang unik dan sulit untuk ditemui di produk lainnya. Saat ini di Indonesia terdapat 74.000 desa yang memiliki keunikan sendiri, dimana mayoritas penduduknya 65% penduduknya masih tergolong masyarakat miskin, dengan pendapatan yang masih rendah, dan mayoritas pekerjaan sebagai petani dan peternak tradisional yang mana tidak semuanya memiliki lahan.

            Dalam rangka untuk memajukan negara melalui penguatan pondasi yaitu melalui desa maka peran setiap stakeholders sangat dibutuhkan. Pemerintah telah menerbitkan peraturan melalui Kementerian Perindustrian Nomor 78/M-IND/PER/9/2007 tentang peningkatan efektifitas pengembangan industri kecil dan menengah melalui pendekatan satu desa satu produk untuk implementasi program OVOP yang dilakukan di daerah. Masyarakat yang di daerah dituntut harus memiliki etos kerja, dan pemikiran yang inovatif guna memaksimalkan produk yang dihasilkan. Dukungan pemerintah daerah untuk menjadi jembatan untuk promosi keluar daerah juga menjadi prioritas. Pemerintah pusat sejatinya telah memberikan peran terhadap kemajuan sektor desa dengan menetapkan peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang pemberian dana desa yang dialokasikan secara adil sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing. Anggaran dana desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa serta pengembangan potensi ekonomi lokal dalam pengembangan wirausaha/UMKM dengan pendekatan OVOP sehingga selain mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkatkan pendapatan desa.

            Oleh karena itu program OVOP terbilang memang sangat penting untuk diterapkan bagi para UMKM daerah namun dibutuhkan peran stakeholders seperti swasta, mitra maupun pemerintah untuk mendukung dan berkolaborasi agar produk yang dihasilkan bisa berkualitas dan diterima oleh pasar. Meskipun ada beberapa hal yang perlu di evaluasi dalam pelaksanaan program seperti pengawasan dan bimbingan sehingga dampak yang dihasilkan menjadi maksimal untuk masyarakat sebagai peningkatan taraf ekonomi dan penghasilan bagi daerah. 



Selasa, 22 Maret 2022

POLITIK INDONESIA

 


Politik di Indonesia dalam kilas sejarahnya memiliki banyak persoalan dimana politik yang ada menghasilkan polemik – polemik dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini apa yang dinamakan perkembangan sistem politik masih dapat dikatakan banyak hambatan, hambatan – hambatan yang ada inilah yang mempengaruhi sketsa keriuhan politik Indonesia. Yang mana keriuhan yang ada akan selalu menghambat perkembangan pembangunan yang telah dicanangkan secara matang. Secara sosiologis kondisi politik Indonesia menyebabkan masyarakat kehilangan semangat akan harapan pembangunan bagi masyarakat politik merupakan hambatan bagi cita – cita kesejahteraan sosial. Perlu diketahui bahwasannya polemik – polemik politik Indonesia terjadi tidak terlepas dari kepentingan oligarkis yang sudah mengakar kuat yang mana para oligarki ini menjadi demagong bagi terselenggaranya Civil Society. Dalam hal ini sejarah telah memperlihatkan bahwa politik Indonesia terjebak pada pusaran kepentingan – kepentingan yang mengabaikan nilai – nilai demokratis. Nilai – nilai demokratis pada politik Indonesia akan terlaksana jika NGO dan para Intellektual dengan teguh memperjuangkan nilai – nilai demokrasi yang selama ini telah diabaikan oleh sistem politik oligarkis. Maka, langkah terpenting untuk memulai perubahan adalah elemen – elemen sosial yang menjadi penopang demokrasi harus turut aktif memperjuangkan kehendak demokrasi kerakyatan. Yang mana elemen – elemen sosial akan turut serta dalam membangun demokrasi yang benar – benar memiliki fondasi Demos ( kerakyatan) didalamnya.

 

Oleh sebab itu, demokrasi di Indonesia sangat memerlukan transformasi dimana transformasi itu akan mendukung sebagai kekuatan dari daulat rakyat. Daulat rakyat disini dimaksudkan sebagai kebijakan pemerintah akan selalu dilandskan akan kepentingan dan kebutuhan rakyat yang mana inilah kunci dari terlenggaranya demokrasi yang murni. Dari sinilah tujuan demokrasi akan tercapau dimana rakyat akan mendapatkan hak – haknya sesuai dengan kaidah demokrasi. Maka, langkah paling tepat adalah melaksanakan demokratisasi pada sistem politik Indonesia yang mana demokratisasi akan tercapai melalui tekad yang kuat dari berbagai pihak guna mwwujudkan kedaulatan rakyat, dimana kedaulatan rakyat inilah yang akan membawa Indonesia ke arah peradaban yang lebih baik lagi. Dari sini diharapkan politik di Indonesia akan menjadi lebih sehat suatu saat nanti.


- Gratia Wing Artha

PENDIDIKAN DI INDONESIA ANTARA KEBUTUHAN DAN KETERTEKANAN

 


    Pendidikan di Indonesia memiliki  beragam persoalan yang mana persoalan inilah yang menjadikan pendidikan di Indonesia lebih terhambat perkembangannya. Yang dalam hal ini terdapat semacam batu ganjalan yang mana batu ganjalan inilah yang akan menjadi tantangan bagi terselenggarakannya pendidikan yang benar – benar memberikan akses mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana pendidikan merupakan kebutuhan bagi semua orang tanpa memandang kelas dan status sosial dan pendidikan merupakan kunci guna menghasilkan kemajuan peradabana. Disini pendidikan harus menyatu dengan kenyataan sosial yang dihadapi oleh masyarakat dan pendidikan harus mampu memberikan peluang masyarakat untuk mengembangkan ide yang kreatif dan inovatif. Dalam  hal ini pada kenyataannya pendidikan di Indonesia memiliki sifat menekan eksistensi siswa sebagai makhluk pembelajar, dimana eksistensi sebagai makhluk pembelajar ini seharusnya dikembangkan dan didukung bukan malah dihambat. Sejatinya pendidikan di Indonesia harus dapat menyesuaikan dengan perubahan yang ada pada masyarakat dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa. Dari sinilah filsafat pendidikan dapat direalisasikan dalam ranah sosial. Yang mana inilah yang disebut dengan pendidikan yang ada untuk mencerdaskan. Selama ini sekolah – sekolah hanya menerapkan sistem yang bersifat mendikte tanpa adanya keinginan untuk mengembangkan nalar kritis siswa oleh sebab itu sangat tidak mengherankan bila siswa di Indonesia hanya dapat menghafal namun tidak mampu untuk berfikir kritis. Kondisi ini sangat menyedihkan terlebih lagi bagi Indonesia yang katanya negara yang masih dalam taraf pembangunan , namun kualitas sumber daya manusianya masih sangat rendah karena mutu pendidikan yang dijalankan secara setengah – setengah. Bila dikatakan secara jujur bahwa pendidikan di Indonesia hanya memfokuskan pada pengajaran semata tanpa menyediakan akses kepada siswa untuk mengembangkan pola pikir kritisnya. Perlu diketahui bahwasannya pendidikan harus mengajarkan pedagogi kritis kepada siswa agar para siswa dapat menjadi insan yang mandiri dan nantinya akan menjadi pengerak bagi kemajuan masyarakat.

    Selain itu yang tidak kalah penting adalah pendidikan harus memberikan akses siswa untuk bersikap kritis pada perubahan sosial yang tengah terjadi. Melalui hal ini siswa akan menjadi terlatih untuk menemukan solusi dari persoalan – persoalan yang ada pada masyarakatanya. Berfikir kritis merupakan kekuatan utama yang dimiliki oleh manusia dan kemampuan ini sepatutnya harus dikembangkan dan inilah yang menjadi kekuatan utama bagi pengembangan masa depan Indonesia, dimana pendidikan akan menjadi motor perubahan bagi kelangsungan pembangunan nasional. Selayaknya pendidikan harus menjadi elevator bagi berkembangnya ide – ide baru untuk menunjang kemajuan masyarakat. Dengan cara inilah sekolah sebagai institusi pendukung pembangunan akan memperlihatkan eksistensi nyatanya bagi pembangunan dan ini akan sangat membantu kemajuan peradaban bangsa Indonesia.


- Gratia Wing Artha


APA ARTI DARI SUATU IDENTITAS

 



Manusia dibentuk oleh suatu konstruksi sosial yaitu identitas yang melekat pada tiap-tiap individu tersebut. Lalu bagaimana identitas itu terbentuk ? dan kenapa identitas itu penting untuk dimiliki setiap individu? sebelumnya untuk memulai pembahasan ini kita perlu mengetahui identitas itu sendiri karena untuk melihat identitas tidak hanya sekedar tahu saja tapi juga harus memahami sebenar-benarnya identitas. Karena sejatinya identitas merupakan suatu hal yang common namun utama dalam kehidupan bersosial. Berdasarkan pendapat seorang ahli Stella Ting Toomey identitas adalah refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi. Suatu identitas muncul akibat refleksi dari diri sendiri dan persepsi orang lain terhadap diri kita. Identitas muncul akibat kontruksi sosial yang harus terpenuhi untuk kepentingan kelompok yang terus terpolarisasi dari generasi ke generasi sehingga membuat hal tersebut menjadi sebuah jati diri seseorang.

Jika melihat berdasarkan sejarahnya identitas merupakan sebuah teori sosial yang dikemukakan oleh henri tajfel dan john turner pada tahun 1979. Awalnya teori tersebut di gunakan untuk memahami dasar psikologi individu dalam kelompok. Dimana individu dalam suatu kelompok memiliki potensi untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap individu lain. Seiring perkembangan zaman dan kemajemukan sistem sosial teori mengenai identitas terus berkembang hingga menjadi sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sosial manusia. Tentunya dengan perkembangan tersebut muncul berbagai macam dari identitas mulai dari identitas seksual, identitas sifat/ psikologi, identitas agama, identitas nasional/ bangsa. Dari berbagai macam identitas tersebut kemudian muncul yang disebut dengan hegemoni kelompok yang hal tersebut membuat perselisihan antar individu antar kelompok atau kelompok dengan kelompok.

Identitas seakan sudah bertransformasi menjadi bagian dari diri manusia yang tidak terpisahkan. Setiap individu sudah dapat dipastikan memiliki suatu identitas dalam dirinya baik yang sudah dari lahir sampai dengan bentukan dari kontruksi sosial. Suatu identitas berguna sebagai pengelompokan manusia kedalam kotak-kotak yang sama dengan lainnya, sehingga lebih memudahkan untuk mengatur untuk kepentingan tertentu, seperti halnya identitas suatu bangsa sejatinya manusia adalah sama namun adanya identitas bangsa yang melekat berdasarkan dari mana ia lahir, warna kulit apa dirinya, dan berbicara dalam bahasa membuat manusia harus memiliki identitas dalam dirinya. Sejatinya jika melihat dari perkembangan peradapan manusia hal itu terjadi akibat migrasi manusia ke benua benua lain yang mengakibatkan mereka berevolusi menyesuaikan dengan tempat mereka tinggal dan kemudian membentuk berbagai macam budaya mulai dari cara untuk berkomunikasi yang memunculkan berbagai macam bahasa di seluruh dunia.

Selalu ada dua hal di dunia ini putih atau hitam, baik atau buruk. Begitu pula dengan suatu identitas ini selalu memiliki dua sisi yang berbeda. Memiliki dampak yang baik dan juga buruk, namun semua itu hanyalah persepsi diri manusia sendiri, semua tergantung bagaimana manusia mengartikan hal tersebut. Identitas juga salah satu konstruksi yang terbentuk dari berbagai persepsi manusia. Bagaimana manusia melihat perbedaan satu sama lain yang kemudian memunculkan perspektif pengelompokan antar manusia sesuai dengan kesamaannya. Entah kenapa kini identitas yang mulanya hanya sebagai ciri khas namun kini sudah menjadi alat propaganda dan perpecahan antar kelompok identitas yang fanatik. Di era modernitas manusia semakin terkotak-kotak menjadi lebih khusus dan spesifik sampai pada tingkat kepribadian tiap individunya. Yang awalnya diciptakan secara general, sama dan setara semakin terperosok kedalam perbedaan yang berpotensi pada pengelompokan antar individu. Konflik-konflik besar yang pernah terjadi dalam skala nasional hingga international sebagian besar berlatar belakang akibat identitas yang ekstrimis sehingga mmemunculkan gesekan konflik.

Perang kerajaan romawi-yunani-persia hingga islam, perang dunia pertama, perang dunia kedua, kemudian konflik-konflik lainnya. Yang semuanya hampir berawal dari perbedaan identitas, ideologi ataupun pemahaman. Dari itu semua mengakibatkan bencana yang amat luar biasa mulai dari bencana lingkungan, bencana ekonomi, hingga bencana kemanusiaan. Manusia yang katanya sama dan setara harus merenggut itu semua karena egoisme yang sangat sepele sekali. Identitas yang awalnya dibentuk untuk suatu hal yang baik agar lebih efisien, efektif dan terstruktur  justru kini sudah menjadi alat yang mematikan dan berpotensi menghancurkan peradapan. Oleh karena itu agar tidak terulang kembali sejarah yang kelam di masa lalu, pemahaman untuk menyikapi bentuk identitas harus benar terselesaikan sehingga tidak ada pesan tersirat yang hanya separo terpahami. Identitas harus digunakan menjadi alat pemersatu yang baik, bukan malah menjadi alat pemecah dan mencoba menunjukkan identitas siapa yang paling baik. menunjukkan identitas sebagai bentuk toleransi yang indah bahwa kita semua sama manusia namun memiliki ciri khas pembeda yang saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain.


KONFLIK AGRARIA YANG TERJADI DI WILAYAH PERKEBUNAN KALIBAKAR MASYARAKAT TIRTIYUDO MALANG SELATAN

 


            Konflik agraria selalu muncul ditengah masyarakat, perusahaan dan juga pemerintah. Karena sejatinya konflik agrarian merupakan konflik kepentingan pada bidang pertanahan antara siapa dengan siapa, perseorangan dengan badan, kelompok masyarakat dengan badan atau organisasi publik, badan hukum dengan badan hukum lainnya. Dalam konteks sejarah konflik agraria memang sering muncul saat ini baik karena sengekta perizinan lahan ataupun perebutan lahan. Konflik agraria sendiri adalah konflik yang berhubungan dengan tanah guna untuk penguasaan sumber daya alam. Konflik agrarian timbul karena adanya kesenjangan sumber daya alam yang ada. Di seluruh dunia konflik agrarian hampir selalu terjadi termasuk juga di negara Indonesia. Menurut badan pertanahan nasional tahun 2015 jumlah konflik agrarian yang terjadi di Indonesia mencapai 231 kasus. Jumlah tersebut bertambah 60% dibanding pada tahun 2014 yang hanya terjadi 143 kasus saja. Konflik agrarian tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total luas lahan konflik agrarian seluas 770.341 ha² yang tersebar di 98 kota dan kabupaten di Indonesia.

            Dalam sejarahnya konflik agrarian terjadi pada masa colonial belanda yang menerapkan UU Agraria yang kemudian melahirkan hak erfpacht atau sekarang lebih dikenal dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang membuka peluang pada perusahaan-perusahaan besar untuk mengelola hingga menggusur tanah pertanian milik masyarakat. Setelah Indonesia merdeka dari penjajahan pun konflik agrarian masih sering terjadi. Penyumbang konflik terbesar adalah sektor perkebunan dan kehutanan karena sektor kebun dan hutan sangat memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga rawan untuk terjadi konflik kepentingan. Dalam sektor perkebunan sendiri terdapat 119 kasus dengan luasan area mencapai 413.972 hektar sedangkan sektor kehutanan terdapat 72 kasus dengan luas area mencapai 1,2 juta hektar lebih. Salah satunya yang terjadi konflik terjadi di perkebunan kalibakar kabupaten malang yang melibatkan masyarakat setempat dengan PTPN XII (Persero).

            Perkebunan kalibakar kabupaten malang adalah perkebunan bekas colonial belanda yang berasal dari tanah hak erfacht pada tahun 1897-1890. Total luas keseluruhan kebun tersebut adalah 8.828.84 Hektar yang dikelola pihak belanda selama 75 tahun. Perkebunan kalibakar terletak di 5 desa yang berbeda yaitu desa simojayan, desa tirtoyudo, desa kepatihan, desa tlogosari, dan desa bumirejo yang seluas 4,826 hektar. Awal mula konflik terjadi ketika adanya program nasionalisasi perusahaan dan perkebunan belanda yang mana semua milik belanda diambil alih oleh negara, termasuk tanah perkebunan kalibakar. Kemudian berdasarkan surat keputusan kementerian dalam negeri tanggal 18 juni Hak Guna Usaha perkebunan kalibakar diserahkan pada PTPN XII seluas 2050 hektar dengan masa berlaku sampai pada tahun 2013. Berdasarkan HGU inilah terjadi konflik antara masyarakat setempat dengan pihak PTPN atau pemerintah karena adanya perbedaan persepsi. Dari pihak PTPN berdalih bahwa tanah tersebut berhak mereka kelola berdasarkan HGU kemudian masyarakat menganggap tanah tersebut adalah tanah milik nenek moyang mereka.

            Dalam prosesnya mendapatkan kembali tanah mereka masyarakat setempat mengorganisir diri untuk mengajukan surat permohonan kembali tanahnya kepada Menteri agrarian, Menteri dalam negeri, dirjen pemerintahan umum, kantor pertanahan nasional jawa timur dan BPN malang. Namun surat permohohan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh instansi tersebut. hal ini menunjukkan bahwa terdapat upaya pemerintah untuk melegalkan aktivitas perusahaan untuk mengelola tanah tersebut sehingga hal tersebut mengakibatkan ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal serupa juga hampir terjadi diberbagai daerah di Indonesia yang mengalami konflik agrarian dengan perusahaan ataupun pemerintah yang mengalami ketidakadilan di negara hukum oleh pejabat negara. seperti dalam kasus hutan kinipan, perkebunan urat sewu dan yang terbaru adalah konflik kritikus rocky gerung serta masyarakat dengan PT. Sentul city. Konflik agrarian memang seringkali terjadi terlebih dalam dunia ekonomi kapitalis yang mana untuk mencari sumber daya alam yang melimpah.

            Oleh karena itu kemudian pemerintah mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung atau Perma Nomor 2 tahun 2019 tentang “pedoman penyelesaian sengketa tindakan pemerintah dan kewenangan mengadili perbuatan melanggar hukum oleh badan atau pejabat pemerintah” merupakan bentuk tindak lanjut dari UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi pemerintahan dan peraturan MA No 8 tahun 2018 tentang pedoman penyelesaian sengketa administrasi pemerintahan. Yang sebelumnya normative berpedoman pada UU Nomor 5 tahun 1986 tentang peradilan tata usaha negara. yang kemudian terjadi berbagai perubahan namun pada intinya sama yaitu mengatur hukum formil dan material. Diberlakukannya perma no 2 tahun 2019 merupakan upaya pemerintah untuk memanajemen konflik yang terjadi di internal pemerintah khususnya yang terdapat pada pejabat publik. namun dalam pelaksanaannya kadang kala menimbulkan multi tafsir. Manajemen konflik sendiri adalah proses mengelola konflik dengan menyusun sejumlah strategi dan kebijakan melalui pihak-pihak yang berkonflik. Dalam penelitian ini pihak yang berkonflik adalah masyarakat setempat wilayah tirtoyudo malang dan sekitarnya dan juga pihak PTPN ataupun pemerintah setempat.

            Dengan diterbitkannya Perma No 2 tahun 2019 masyarakat juga dapat menuntut pihak pejabat publik yang ikut terlibat dalam konflik kepentingan ini yang mana merupakan bentuk penyelesaian konflik secara hukum yang telah disediakan oleh pemerintah. Sehingga perkara konflik lahan dapat diselesaikan di dalam persidangan. Kemudian melihat berbagai konflik tersebut yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, negara dan swasta tentunya juga perlu perhatian dan kepedulian dari semua pihak, oleh karena itu kita terkhusus saya sebagai pemuda dan warga malang juga ingin terlibat dan peduli terhadap masalah-masalah agraria yang terjadi karena hal ini menyangkut dari masa depan anak cucu kedepan.

Selasa, 08 Maret 2022

Unconfident adalah kunci untuk confident

 


Percaya diri bagi sebagian orang dianggap sebagai suatu bakat yang ada sejak mereka lahir, kemudian terus tumbuh dengan baik seiring dengan keluarga dan lingkungannya terbentuk, hal tersebut yang kemudian melahirkan anggapan mengenai previllage yaitu suatu keadaan yang ada untuk menguntungkan seseorang dalam menjalani kehidupan. Namun apa yang disebut kepercayaan diri tidak hanya tumbuh dari situ, kepercayaan diri tumbuh dari berbagai sudut yang mungkin terlupakan oleh sebagian orang. Dari sudut yang terlupakan banyak hal yang bisa dikembangkan bahkan daripada yang sering diingat oleh banyak orang, karena dari sudut-sudut itulah muncul suatu kepribadian yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang memiliki keuntungan/previlage. Keburuntungan yang tak dimiliki berupa harta, lingkungan atau didikan yang terlahir dari lingkup terkecil keluarga justru akan memunculkan keberuntungan-keberuntungan lainnya. Yaitu suatu rasa percaya diri untuk terus berjuang, rasa percaya diri untuk pantang menyerah dan percaya diri pada konsistensi dan kesabaran yang dalam.

            Namun yang terjadi di abad modern ini manusia seringkali tidak percaya diri, minder akan potensi yang dimiliki didalam dirinya. Ibarat terdapat singa yang terlelap dalam dirinya namun tidak berusaha untuk dibangunkan karena memang si singa sudah terpenjara dalam kurungan yang disebut dengan tidak percayaan diri. Kurungan yang sangat kuat dan mungkin kunci untuk membuka sudah hilang entah kemana. Itulah yang mungkin dirasakan oleh sebagian banyak orang yang merasa bahwa dirinya tidak percaya diri, bahwa dia tidak layak dalam suatu hal karena tidak memiliki keuntungan. Padahal itu semua salah, sejatinya mereka adalah orang-orang yang lupa akan dirinya, lupa menaruh kunci untuk membuka kurungan singa. Ia hanya lupa caranya untuk percaya diri karena terus terusan dijatuhkan dan berada di lingkungan yang kurang tepat. Namun padahal sebenarnya dia memiliki potensi yang mungkin tidak dirinya duga. Itulah arti percaya pada diri sendiri. Percaya akan kemampuan dan apa yang dimiliki pada dirinya. Dia hanya cukup untuk menemukan kunci dan kemudian membukakan kurungan yang mengunci singa alias potensinya. Caranya hanya simple, resapi kedalam dirimu, tanyakan pada dirimu dan pahami dirimu sendiri apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri, dan apa yang tidak mampu dilakukan oleh diri sendiri, disitu kita akan tahu kunci apa yang harus digunakan. Jangan pernah takut karena jika kita tidak mencoba trial and error maka kita tidak akan tahu kombinasi kunci apa yang bisa membuka potensi dirimu.


Senin, 14 Februari 2022

Aku Ingin Jadi Entrepreneur


        Rasa-rasanya dunia perekonomian kini telah banyak mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dimulai dari abad ke 18 yang meradikalkan ekonomi semenjak ditemukannya mesin uap sehingga memunculkan revolusi industri yang terus berkembang kini. Hanya dari pemantik mesin uap saja sudah mampu untuk mengubah seluruh tatanan dunia, dimana yang awalnya manusia kebanyakan bekerja masih menggunakan otot, masih menggunakan peralatan yang manual seperti dalam bertani menggunakan cangkul, dll. dengan digunakannya mesin uap semua pekerjaan jadi semakin cepat dan efisien. Pekerjaan-pekerjaan berat mulai bisa di dikerjakan dengan ringan, mobilisasi dalam hal distribusi barang juga menjadi semakin cepat dengan adanya mobil-mobil yang menggunakan mesin dimana sebelumnya kebanyakan masih menggunakan gerobak dengan bantuan tenaga hewan. Hal ini merupakan pencapaian besar manusia. Tapi siapa sangka dibalik gemerlap kemajuan manusia tentunya juga menimbulkan dampak, salah satunya adalah dampak pada tatanan sosial masyarakat dan dampak pada lingkungan.

            Namun setiap tindakan selalu ada yang namanya dampak negatif dan positif, memang tidak bisa semuanya terpuaskan tapi begitulah cara kerja dunia. Tidak ada dunia yang benar -benar utopis yang mampu menyenangkan atau mensejahterakan semua, selalu ada kelompok-kelompok yang termarjinalkan. Konsekuensi akan selalu ada namun manusia juga tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja, harus ada upaya-upaya perbaikan yang perlu untuk dilakukan. Karena jika manusia sudah berhenti berupaya maka dia sudah tidak layak disebut manusia lagi. Karena inti dari menjadi manusia adalah cinta, berkembang dan berusaha. Dari gagasan tersebutlah bagi saya menjadi entepreneur adalah jalan terbaik untuk menjadi yang benar-benar manusia. Melalui jalan entepreneur kita jadi bisa menjalankan apa yang benar-benar kita cintai, bisa mengembangkan diri sendiri, bisnis dan juga orang lain serta tentunya seorang entepreneur adalah sosok yang pantang menyerah dalam berusaha.

            Jika mendengar kisah dari nabi muhammad jalan untuk membuka rezeki ada banyak dari kesepuluh pintu dan dari itu semua jalan berbisnis membuka sembilan pintu rezeki itu sendiri, artinya jalan berbisnis memang arena yang luas tapi juga penuh tantangan. Berawal dari situ jalan untuk berbisnis menjadi sangat menarik bagi sebagian orang termasuk saya meskipun penuh dengan tanda tanya dan risiko. Namun semua itu juga tidak lepas dari apa yang didapatkan nanti juga menjadi jauh lebih bermakna. Jalan berbisnis selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, meningkatkan kesejahteraan dan tentunya untuk mengejar kebebasan diri juga membawa sesuatu hal kebaikan karena melalui jalan tersebut bisa membuka lapangan-lapangan pekerjaan, sehingga juga akan memutarkan roda perekonomian. Sejujurnya menjadi suatu kebanggan menjadi salah satu penggerak roda tersebut, ikut berkontribusi dan berakselerasi semandiri mungkin melewati jalan-jalan yang ingin dilewati. Jalan yang dipilih mungkin tidak akan sebagus apa yang dikira namun bukankah dengan banyak rintangan menjadikan jalanan tersebut menjadi sangat seru dan penuh dengan kisah yang layak untuk dikenang dan diceritakan dikemudian hari. Seperti halnya ketika kita melakukan perjalanan wisata atau naik gunung. Kita kadang merasa bosan pada perjalanannya namun ada banyak kisah yang bisa kita lihat ketika melalui proses tersebut, banyak cerita dan pelajaran yang bisa kita ambil hingga nanti sampai pada tujuan. Ketika sampai pada tujuan kita jadi sadar bahwa perjalanan tadi memang sangat seru, bukan soal destinasi wisata yang ada tapi proses dan interaksi yang terjalin yang luar biasa terkenang. Seperti itulah perjalanan seorang entepreneur dalam membangun kerajaan bisnisnya.

“Melalui jalan berbisnis menjadikan kita dapat melakukan banyak hal yang ingin kita capai, dapat menjadikan ladang yang luas dalam hal kebaikan”

 

Minggu, 13 Februari 2022

WAJAH KOTA SURABAYA, CERMINAN MASYARAKAT PEJUANG

 


            Surabaya kota besar, kota metropolitan. Sebuah kota yang menjadi ikon Jawa timur dengan julukan pahlawannya Indonesia. Dalam sejarah yang menjadi awal mula peristiwa iconik 10 November 1947 yang membawa semangat luar biasa rakyat Jawa timur dalam kobaran api pertempuran. Peristiwa itu menjadikan simbol bahwa perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan bukan hanya hadiah semata melainkan memang benar-benar perjuangan tumpah darah harta dari seluruh rakyat Indonesia. Apa yang terjadi di Surabaya memberikan sinyal penting dalam perjuangan yang terjadi di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa dengan bersatunya rakyat segala rintangan apa pun tidak akan terelakkan. Belajar dari pertempuran Surabaya bahwa rakyat dari rakyat mampu memojokkan sebuah negara adidaya sekelas sekutu yang menjadi pemenang dalam perang dunia ke dua.

            Dari peristiwa perang 10 November dapat diambil pelajaran bahwa untuk menuju perjuangan yang sejati memang harus memerlukan koordinasi dari semua pihak. Tidak hanya bergantung dari satu pihak lalu pihak lainnya hilang tanggung jawab. Dalam peristiwa 10 november bung tomo sebagai orator ulung yang mampu membakar semangat arek-arek surabaya untuk bertempur, untuk memperjuangkan hak dan kemerdekaannya. Tidak hanya bung tomo melainkan juga ada banyak pihak yang berperan dalam peristiwa tersebut juga golongan santri. Kobaran semangat yang telah membara kemudian mampu di akomodasi oleh berbagai residen sudirman dan para pejuang untuk menyerbu Surabaya yang tengah diduduki oleh sekutu NICA yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mallaby.

            Memang surabaya begitu sangat kental akan kepahlawanan dan perjuangan, ibaratnya surabaya lahir dari benih-benih perlawanan setiap unsur dan golongan rakyat. Dari benih-benih itulah kemudian tumbuh besar menjadi surabaya yang sekarang. Surabaya yang telah menjadi kota metropolitan dan menjadi jantung dari provinsi jawa timur. Kini memberikan banyak ruang kepada masyarakat untuk mengadu nasib di kota yang katanya perjuangan ini. Masyarakat seperti ter distraksi dengan kata-kata tersebut, ketika hidup lingkungan yang penuh perjuangan maka ia akan ikut untuk bekerja keras. Mungkin seperti itulah bisa di istilahkan. Bahwa nama besar dari surabaya telah melegenda, semua itu tak bisa lepas dari perjuangan para pahlawan di masa kolonialisme dan pemertahanan kemerdekaan dahulu.

            Namun apakah perjuangan sekarang akan sama dengan perjuangan di masa lalu. Apakah manusia manusia kini masih bisa setegar dan sekuat para pahlawan dahulu. Apakah mereka mau memperjuangkan hak-haknya sampai mengorbankan darah dan juga harta. Realitasnya kini sudah tidak se heroik kisah masa lalu. Surabaya memang menjadi kota terbesar kedua setelah ibukota Jakarta. Namun kondisi sosial yang ada ternyata juga tidak jauh beda, masyarakat setempat masih belum belum merdeka, masih belum menikmati apa yang telah diperjuangakan oleh para pahlawan dahulu. Masih banyak masyarakat yang kesusahan meskipun itu hanya untuk makan siang. Dibalik pembangunan gedung-gedung yang tinggi ada masyarakat pinggiran yang tergusur dan terusir. Dibalik bangunan megah nan luas universitas-universitas masih banyak anak-anak yang tidak terdidik dan putus sekolah, masih banyak permasalahan sosial disekitar, masih banyak orang orang yang tidak melek huruf dan justru pengangguran juga semakin bertambah banyak.

            Dibalik kemegahan cerita kepahlawanan kota surabaya dibaliknya juga tersimpan pekik perjuangan kaum kaum marginal yang semakin sulit dan terkikis dengan kemajuan kota surabaya itu sendiri. Kota dan sistem yang semakin tidak memihak kepada mereka, dimana yang punya kuasa semakin langgeng, yang punya modal semakin lancar membangun kerajaan bisnisnya, kemudian para aparatur negara yang semakin nyaman berada di zona nyaman dan melayani ala kadarnya. Namun dibalik itu sebenarnya semua sama. Sama sama sedang berjuang untuk dirinya sendiri, sama sama berjuang atas apa yang menjadi tujuannya. Oleh karena makna dari kata berjuang sudah sepatutnya dikembalikan ke jalan kebenarannya bahwa berjuang adalah upaya untuk saling membantu, saling lindung melindungi dan saling mensejahterakan satu sama lain. Itulah makna berjuang dari surabaya yang sebenarnya.

 

Selamat berjuang bagi para pejuang !!!


Jumat, 06 Agustus 2021

Halau Paham Radikalisme, Keutuhan Pancasila Tetap Nomor Satu

 

    Radikalisme adalah suatu paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara paksaan dan kekerasan.

Radikalisme sering dikaitkan dengan tindak terorisme karena pelaku selalu menggunakan cara kekerasan maupun teror yang sangat merugikan banyak orang.

Radikalisme berkembang begitu pesat di Indonesia itu dikarenakan kurang kuatnya akan jiwa pancasilais yang melekat dalam diri dan juga lemahnya iman kepada Tuhan YME. Selain itu orang tertarik dengan paham radikalisme dikarenakan propaganda politik maupun iming-iming yang diberikan seperti dijanjikan langsung bisa masuk surge melalui jalan jihad maupun diberi uang yang banyak.  

radikalisme juga dijadikan cara masyarakat untuk meluapkan kekecewaannya pada demokrasi yang dijalankan pemerintah.

Ada beberapa kasus radikalisme yang mengarah ke terorisme yang pernah terjadi di Indonesia, Seperti yang terjadi kemarin 10 oktober 2019, sekitar pukul 11.50 wib. Bapak wiranto Menteri polhukam mendapat serangan penusukan yang diduga anggota JAD di pandeglang, banten.

Motifnya sendiri masih dipelajari oleh pihak kepolisian tapi diduga pelaku terpapar paham radikalisme.

Radikalisme tumbuh kembang di Indonesia dikarenakan kurangnya pemahaman akan Pancasila dan juga lemahnya pengetahuan soal keagamaan sehingga membuat pelaku mudah dicuci otaknya oleh paham radikalisme.

    Itulah kenapa betapa pentingnya edukasi mengenai Pancasila dilakukan sejak dini dan bertahap bahkan harus diajarkan sampai jenjang perguruan tinggi,saya sebagai penulis dan juga akademisi di Universitas Islam Malang (UNISMA) mengapresiasi pihak-pihak UNISMA dan juga pihak yang terkait karena telah memberikan edukasi mental cinta tanah air yang agamis, pancasilais dan juga berjiwa aswaja yang telah mampu berkontribusi di lingkungan sosial untuk selalu menjaga dan mengawal kemajuan bangsa di era modern ini, tak hanya dilingkup Pendidikan formal maupun non formal tapi ini juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi tegaknya NKRI dan utuhnya Pancasila untuk membentuk SDM unggul dan Indonesia maju.


Minggu, 25 Juli 2021

Kemelud Pendakian Gunung Kelud (Potensi Pariwisata atau Urgensi Politik)

 

Plakat Selamat Datang Pendakian

            Gunung kelud yang berada di perbatasan tiga wilayah kabupaten kediri, kabupaten blitar dan kabupaten malang. Secara administratif gunung kelud berada di 35 km sebelah timur pusat kota kediri dan 25 km sebelah utara pusat kota blitar. Gunung kelud adalah gunung yang aktif dan merupakan salah satu gunung yang paling aktif di Indonesia. Secara geografi gunung kelud berada pada 7° 56' 00 LS dan 112° 18' 30 BT yang memiliki ketinggian 1731 mdpl. Gunung kelud membawa berkah tersendiri untuk warga disekitar lereng gunung kelud. Gunung kelud membawa berkah secara ekonomi dan sosial yang mana hal tersebut dapat dilihat pada sektor pariwisata melalui kanal wisata alam, kemudian di sekitar kaki gunung kelud juga membawa dampak pada kultur tanah yang subur sehingga tanaman dapat tumbuh subur, material yang terbawa dari puncak gunung kelud juga memberikan material bahan bangunan berupa pasir dan batu koral yang berguna untuk bangunan. Hal menarik disini yang ingin difokuskan adalah salah satu objek pariwisata gunung kelud melalui pendakian gunung kelud yang terdapat di wilayah kabupaten blitar. Saat ini untuk jalur pendakian secara resmi untuk menuju puncak gunung kelud masih tersedia 2 jalur yang berada di jalur pendakian Tulungrejo dan jalur pendakian Karangrejo. Kedua jalur memiliki ciri khasnya sendiri dan menawarkan keindahan gunung kelud dari sisi yang berbeda.

            Meskipun menawarkan konsep pariwisata yang sama namun anatara jalur tulungrejo dan karangrejo memiliki perbedaan pada harga karcis simaksi dan fasilitas yang disediakan. Pada jalur pendakian tulungrejo para pendaki harus membayar Rp.25.000 satu orang dan Rp.10.000 untuk parkir namun fasilitas yang ditawarkan juga terbilang worth it, mulai dari akses jalan menuju basecamp-area basecamp yang sudah cukup nyaman dan bagus area parkir luas-kemudian pada kaki gunung juga terdapat camp ground yang cocok untuk liburan keluarga. Mungkin masalah fasilitas dibahas itu dulu saja karena pada proses pendakian pada kebanyakan gunung kurang lebih sama lah ya. Kemudian di jalur pendakian yang kedua terdapat di karangrejo. Pada jalur pendakian via karangrejo sedikit berbeda dengan jalur melalui tulungrejo. Pasalnya di jalur via karangrejo basecamp pendakian terletak jauh dari pos 1 pendakian. Untuk para pendaki yang baru pertama kali mencoba melewati via karangrejo pasti akan merasakan keanehan karena posisi basecamp yang jauh dari jalur pendakian. Karena basecamp yang jauh inilah para pendaki mengharuskan dirinya berkendara ke pos 1 untuk memulai pendakian. Yang sangat disayangkan dari jalur pendakian via karangrejo ini adalah fasilitas pendukung dan akses jalan yang terbilang masih kurang. Untuk menuju pos 1 dari basecamp saja jarak yang harus ditempuh kurang lebih masih 8km dan sekitar 5km nya adalah jalanan bebatuan terjal, sehingga bagi para pendaki khususnya yang menggunakan mobil atau motor matic sangatlah kesusahan. Tempat parkir yang disediakanpun juga masih terbatas. Kendaraan diparkirakan di pos 1 dengan berbekal rantai besi yang menjadi keamanan kendaraan pendaki, tidak ada penjaga. Sehingga rawan sekali terjadi pencurian. Meskipun jalur yang ditawarkan pada pendakian via karangrajo terbilang nyaman dan landau untuk para pendaki pemula sampai pada pos 4. Namun kendala-kendala di awal yang membuat para pendaki ibaratnya sudah capek sebelum berpetualang.

            Berdasarkan informasi dari warga sekitar dan pengurus basecamp fasilitas yang tersedia di pendakian gunung kelud via karangrejo sebagaian besar adalah hasil swasembada masyarakat beberapa hibah komunitas pecinta alam. Mulai dari pembangunan pos selamat datang, plakat, sampai pada pos pendakian. Padahal jika dilihat dari posisi administrative daerah karangrejo sendiri bukanlah daerah tertinggal dan cukup dekat dengan pusat kabupaten blitar. Dengan potensi besar yang ada di wilayah karangrejo sangat disayangkan sekali apabila pengembangan wilayah karangrejo ini masih belum maksimal. Apabila pemerintah daerah setempat mampu fokus dalam hal pemberdayaan dan pembangunan fasilitas sekitar kaki gunung kelud saja sudah mampu menjadi pemasukan untuk APBD. Tentunya jika semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat saling mensuport maka hal tersebut dapat meningkatkan pamor kabupaten blitar. Karena jika dilihat-lihat kabupaten blitar sendiri dalam pariwisata sangatlah memprihatinkan padahal dengan berbagai destinasi yang ada di blitar sudah lebih dari cukup untuk menarik para wisatawan, asalkan pemerintah juga mau serius dalam hal pengembangan masyarakat dan pembangunan fasilitas yang menunjang pariwisata.

            Hal yang mendasar dikeluhkan wisatawan yang berkunjung ke blitar yang pertama sudah pasti adalah akses jalan yang kurang bagus dan fasilitas yang masih minim. Jika melihat pada akses jalan pendakian gunung kelud via karangrejo sudah dapat dipastikan wisatawan enggan untuk kembali lagi, karena jalur yang ada sangat jauh dari layak terlebih bagi mereka yang datang dari luar daerah. Berdasarkan informasi dari penduduk setempat “bahwa pada tahun sebelum 2014 akses jalan sudah lumayan bagus namun ketika terjadi letusan gunung kelud, jalan terjadi kerusakan dan sampai sekarang tidak pernah mendapatkan perbaikan” pada tahun 2018-2020 juga sempat ada wacana dilakukannya perbaikan jalan namun ketika terjadi regenerasi kepemimpinan kabupaten blitar berganti, dibarengi dengan musibah pandemic covid-19 wacana untuk memperbaiki jalan seolah terlupakan kembali. Kini pemerintah daerah memfokuskan anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 yang kian memperburuk pembangunan akses jalan di wilayah blitar.

            Warga sekitar kaki gunung kelud via karangrejo kini harus berjuang mandiri untuk peningkatan wisata didaerahnya meski hanya dengan sesuatu yang seadanya. Para pendaki juga harus lebih bersabar menghadapi trek jalanan yang mengguncangkan perut, para petani sekitar kaki gunung juga harus ekstra hati hati agar hasil panen tidak jatuh porak poranda. Langkah kita masih Panjang dan perjuangan ini masih harus terus dilakukan jangan sampai semua acuh sampai pemerintah mengindahkan.

Bergeraklah perlahan namun jangan sampai berhenti merupakan filosofi para pendaki yang cocok juga diagungkan di jalur pendakian gunung kelud ini”.

Senin, 31 Mei 2021

Jangan Jadi Kacang Yang Lupa Pada Kulitnya



        Mungkin sudah bukan hal baru lagi di tengah masyarakat yang meninggalkan desa mereka dan mencari peruntungan ditanah perantauan. alasannya simpel mereka berharap dapat memiliki hidup yang lebih baik. hal-hal seperti ini bahkan sudah menjadi budaya masyarakat desa khususnya para anak muda yang berbondong-bondong untuk ke kota. peristiwa ini biasa disebut dengan urbanisasi. urbanisasi adalah perpindahan penduduk desa menuju ke kota. ada banyak faktor yang menjadikan hal ini terjadi dan yang utama adalah masalah ekonomi. desa bukanlah penghasil profit yang tinggi dan juga banyaknya kesempatan kerja di kota banyak membuat penduduk desa merantau ke kota. mereka juga beranggapan bahwa jika terus menetap didesa disebut kampungan. karena mayoritas penduduk desa bekerja sebagai petani, peternak atau berkebun disisi lain pekerjaan-pekerjaan yang mereka sebut kampungan tersebut sejatinya adalah sumber penopang pangan bagi seluruh rakyat indonesia. 

    saya sangat paham mengapa mereka meninggalkan kampung halaman mereka, fenomena-fenomena seperti ini memang seperti sudah menjadi budaya terlebih dengan semakin gencarnya perindustrian dibanding sektor lain, semenjak revolusi industri 1.0 tahun 1750-1850 dimana terjadi perubahan besar-besar an pada pertanian, perternakan dan manufaktur menyusul ditemukannya mesin uap membuat kemajuan industri semakin menggila hingga saat ini yang mulai memasuki revolusi industri 5.0. seiring kemajuan tersebut juga tak luput dari dampak negatif juga, seperti pembalakan hutan dan lahan pertanian yang semakin massif, lingkungan yang tercemar, dll. saya sangat prihatin mengenai hal-hal ini. 
    
Bersambung . . . . . . . . . . . . . . 

Selasa, 04 Agustus 2020

Politik Dinasti ? Gibran Harus Belajar Pada Uzumaki Boruto




            baru baru ini dunia perpolitikan indonesia tengah ramai diperbincangkan karena pada desember akan dilaksanakan pilkada secara serentak. para tokoh masyarakat tengah gencar menyiapkan diri untuk ikut andil menjadi calon pemimpin daerah. partai-partai sibuk dengan calon yang akan diusungnya dan para calon sibuk juga cari muka ke masyarakat. tak hanya itu didunia maya banyak hal-hal aneh yang tengah trending mulai dari #kangbungkus sampek #prankqurbansampah. ya memang selera masyarakat kita saat ini suka yang aneh-aneh. kemarin sambil rebahan, saya tak sengaja menemukan berita di CNN Indonesia yang berjudul kira-kira begini "Gibran Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Solo". awalnya respon saya biasa-biasa saja toh indonesia adalah negara demokrasi siapa saja boleh mencalonkan diri. namun lama kelamaan pola berpikir saya mulai menerka-nerka kok mas gibran berpotensi lawan kotak kosong, apa maksudnya ? 

            kita semua tahu bahwa gibran adalah putra sulung dari presiden kita saat ini yaitu joko widodo. awalnya memang tak ada masalah mas gibran merebutkan kursi nomor 1 di kota solo, wong kita ini negara demokrasi suara rakyat yang menentukannya. tapi jika dipikir secara logika kok agak aneh aja, karena ini adalah politik dinasti atau politik yang diterapkan pada sistem kerajaan yang kekuasaan bisa diwariskan pada keturunannya. apalagi saat ini bapak jokowi masih aktif menjadi presiden RI, sebelum jadi presiden pak jokowi adalah gubernur jakarta dan walikota solo. Loh, dan sekarang anaknya mas gibran ingin meneruskan jabatan bapaknya di kursi nomor 1 solo. gibran diusung oleh partai PDIP yang juga pengusung bapaknya, pak jokowi. kemudian dipasangkan dengan teguh prakosa yang diusung oleh partai gerindra. yap, yang dulunya menjadi oposisi sekarang bersatu.

            alasan CNN Indonesia mengatakan gibran berpotensi melawan kotak kosong adalah hampir semua partai politik di kota solo mendukung gibran dan teguh, selain itu juga bakal lawannya dari pihak independen  Bagyo Wahyono dan Supardjo masih menghadapi kendala proses verifikasi faktual dari KPU solo. yahh, dilihat dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi potensi gibran sangat besar untuk menjadi bakal calon walikota solo terpilih yang dilawan aja kotak kosong dan pendukungnya juga banyak apalagi dengan gelar sang anak presiden. kotak kosong kita anggap saja sebagai ajang ceremonial konsestasi politik atau bahasa jowonya sebagai ramen-ramen. tapi semua tergantung apa kata rakyat lha wong mereka yang milih kok, tapi yang bikin saya ternga-nga (terheran-heran) adalah kok hampir semua partai dukung gibran ?? apa tak ada partai yang berani lawan gibran ?? atau masalah orang dalam karena gibran anak presiden ?? yahh, pepatah sekarang kan mengatakan kunci sukses itu ada 3 : usaha, doa, dan orang dalam. 

            kita doakan saja yang baik-baik, dan semoga lawan dari pihak independen tidak mendapat masalah dari KPU dan bisa maju lawan gibran. meskipun mungkin akan seperti lawan pemain figuran kalo dalam film. karena maju sebagai independen itu sangat kecil kemungkinannya. menjadi calon tunggal itu adalah menjadi ciri nilai demokrasi yang rusak. dengan majunya calon independen ini paling tidak akan tetap menjaga nilai-nilai demokrasi kita. 

            selama rebahan aku juga nonton serial anime Boruto. boruto adalah serial lanjutan dari seri naruto. boruto sendiri adalah anak dari naruto setelah menikah dengan hinata. dalam serial boruto ini syarat akan pelajaran kehidupan salah satunya soal politik juga. ngomongin soal politik, kayaknya gibran harus belajar pada boruto nih agar terhindar dari politik dinasti. Uzumaki Boruto sendiri adalah anak dari Hokage ke-7 yakni Uzumaki Naruto dan juga cucu dari Hokage ke-4 Namikaze Minato. memang tampak sangat tidak kontras membandingkan dunia nyata dengan fiksi 3 dimensi. namun jangan salah dalam fiksi pun penuh dengan pelajaran hidup dan etik dalam berpolitik pun juga diajarkan bahkan lebih baik dari dunia nyata sendiri. karena notabenenya fiksi adalah dunia yang utopis sesuai dengan pengarangnya. kembali pada topik utama, apasih yang harus dipelajari gibran pada boruto ?? 

            pertama adalah tidak memanfaatkan kepopuleran ayahnya yang merupakan seorang hokage desa konoha. selain itu boruto juga tidak bercita-cita menjadi hokage melainkan ingin menjadi pembantu hokage dibalik layar seperti Uchiha Sasuke. belajar dari boruto yang bodo amat dengan kepopuleran ayahnya adalah pelajaran yang berharga bagi gibran yang memulai karir politiknya dengan politik dinasti. tidak hanya gibran tapi SEMUA politikus yang memanfaatkan KEPOPULERAN kerabatnya atau memanfaatkan ORANG DALAM. 

            saya sedikit mengambil penggalan lirik lagu dari bang Iwan Fals - Wakil Rakyat yang berbunyi begini "wakil rakyat adalah kumpulan orang hebat, bukan kumpulan teman-teman dekat apalagi sanak family". sekali lagi saya tekankan sah-sah saja gibran maju merebutkan kursi nomor 1 kota solo tapi jangan sampai ada permainan didalamnya kasian rakyat. seperti biasnya saya ada sedikit kata-kata filosofis sebagai penutup : 
Jangan lah kau salahkan Pemerintah,
Mereka yang ada disana adalah pilihan Kita. 
Demokrasi Bukan Kemenangan Bagi yang Terbaik, tapi Memenangkan yang Terbanyak.

Senin, 03 Agustus 2020

Palestina dan Israel Serial Tom Jerry di Dunia Nyata. Penuh Drama !!



            Pernah dengar dengan palestina ? mungkin kebanyakan masyarakat Indonesia tahu bahwa bangsa palestina adalah bangsa yang terjajah oleh negara Israel, bangsa yang paling tertindas pada abad 21 ini. Tapi pernahkah muncul dibenak pikiran kalian kenapa bangsa palestina kok tidak merdeka-merdeka. Yahh, mungkin apa yang dibenak kalian serupa dengan apa yang saya pikirkan, dan memicu saya untuk menulis sesuatu yang mungkin sedikit bermanfaat buat kalian, yahh meskipun tidak akan membuat perut kenyang tapi bisa sedikita mengenyangkan otak kalian. Disini akan saya bahas dari sejarah kenapa kok palestina selalu bermusuhan dengan Israel, bisa diibaratkan Bahasa antara palestina dan Israel adalah Bahasa peluru alias dengan peperangan (bukan) bisa dikatakan peperangan apabila terjadi pertempuran secara frontal dan total, bisa dibilang bentrokan-bentrokan yang sering terjadi di sekitar perbatasan jalur gaza.

Mengutip pernyataan baru-baru ini dari Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan bahwa “akan mencaplok wilayah lembaha Jordan di tepi barat dan operasi akan dilaksanakan pada 1 juli 2020”, Sumber dari Sindonews.com. jika hal itu akan terjadi dan tidak ada negosiasi ataupun perjanjian damai dari kedua pihak atau pihak PBB yang menengahi maka akan menyebabkan 107.000 warga palestina di daerah tersebut terancam terusir dari tanah mereka tinggal. Kemudian selalu muncul dipikiran kenapa paletina tidak kunjung merdeka, mengapa negara ini tidak segera berdaulat dan bebas. Apakah ini salah palestina, salah Israel, atau salah seluruh dunia ? . pada ulasan tulisan ini saya akan menjabarkan dari akarnya yaitu pada saat Deklarasi Balfour sampai pada perpecahan faksi-faksi palestina.

Tulisan ini sedikit Panjang, bagi yang tidak suka baca silahkan skip dan lewatkan ilmu ini

            Awal kisah dimulai saat bangsa yahudi meminta kepada kerajaan inggris agar diberikan tanah air sendiri.

A. Deklarasi Balfour

            Yap, deklarasi balfour adalah sepucuk surat yang ditulis oleh Menteri luar negeri kerajaan inggris yaitu Arthur Balfour pada 2 november 1917 saat berkecamuknya Perang Dunia 1. Saat inggris dan perancis babak belur dan terjebak pada jalan buntu gara-gara ulah jerman di zona perang bagian barat, Menteri luar negeri inggris saat itu, Lord Arthur James Balfour menulis sepucuk surat kepada warga keturunan yahudi yang berpengaruh di kerajaan inggris yaitu Baron Lionel Rothschild. Surat tersebut yang berisi dukungan pemerintahan inggris terhadap berdirinya negara yahudi. Awalnya perdana Menteri inggris saat itu dijabat oleh David Lolyd George memberikan tanah Uganda di afrika untuk warga yahudi, tapi warga yahudi menolak tanah tersebut dan menginginkan tanah yang berada di palestina yang saat itu dikuasi oleh Kesultanan Turkey Ustmani. Akhirnya menlu dan perdana Menteri inggris menyetujui usulan tersebut (Al-Jaddid, 2014:4).

            Tujuan dari dukungan inggris terhadap berdirinya negara yahudi melalui deklarasi balfour adalah Gerakan politik akan kekhawatiran arah dunia pada masa perang dunia 1. Putusan tersebut mengandung motif yang berbeda. Pemerintah inggris berharap dengan adanya deklarasi dukungan tersebut akan menarik simpati warga yahudi di negara-negara netral seperti amerika serikat. Sebagaimana dicatat Bernard Avishai dalam “The Balfour Declaration” yang terbit di The New Yorker, negosiasi tingkat elit pertama antara inggris dan kelompok yahudi bisa dilacak pada tanggal 7 februari 1917 dalam sebuah konferensi yang juga dihadiri Balfour dan para petinggi kelompok yahudi salah satunya adalah Rothschild (yang kelak akan menjadi presiden pertama Israel). Dalam pembicaraan tersebut tidak sama sekali menyebutkan nasib yang terjadi pada warga palestina hingga deklarasi dipublikasikan. Di mata sejarawan ketiadaan tersebut menjadikan deklarasi balfour tidak adil.

            Semenjak saat itu banyak warga yahudi yang mulai berbondong-bondong bermigrasi ke tanah arab. Setelah berakhirnya perang dunia 1 dan memunculkan pakta Versailles 1919, inggris diberikan mandate untuk memegang mandat memerintah sementara di palestina yang sebelumnya dipegang oleh kesultanan ottoman. Pemberian mandate tersebut diharapkan inggris dapat berperilaku adil terhadap yahudi dan suku arab yang ada di palestina, tapi pada kenyataannya tidak. Setelah tahun 1939 perang dunia 2 dimulai dan Nazi Jerman dibawah Hitler melakukan sejumlah upaya Holocaust membuat dukungan internasional terhadap yahudi pun meningkat pesat. Dukungan tersebut akhirnya memunculkan deklarasi resmi berdirinya negara yahudi Israel pada 1948.

 

 

 

B. Israel Menang Perang dengan Liga Arab

1. Perang Arab-Israel

            setelah negara yahudi Israel resmi berdiri pada 14 mei 1948, 24 jam setelahnya Liga arab resmi menyatakan perang pada negara yang baru lahir ini. Perang yang sering dikenal dengan Perang Arab-Israel yang berlangsung sekitar 1 tahun ini antara 15 mei 1948- 20 juli 1949 adalah peperangan karena ketidak setujuan negara-negara arab atas mandat yang telah diberikan oleh PBB karena Israel mendapat tanah sekitar 55% dari pembagian dengan tanah arab. Hal ini memicu perang yang kemudian bagi orang palestina disebut bencana sampai saat ini. Liga arab yang Bersatu dalam perang terdiri dari mesir, irak, suriah, yordania, Lebanon, arab Saudi, dan yaman. Meskipun Israel berperang sendirian namun Israel mampu memenangkan perang dan mampu memperluas wilayahnya dengan merebut sekitar 30% tambahan tanah palestina. Saya tidak akan membahas kenapa Israel bisa menang perang, mungkin akan disambung di tulisan selanjutnya.

2. Perang Sepanjang Terusan Suez (Krisis Suez)

            Perang kedua terjadi pada 29 oktober 1956, perang ini dikenal juga dengan Krisis Suez. Awal mulanya ketika mesir mulai menasinalisasikan terusan Suez yang kemudian ditentang oleh inggris dan prancis akhirnya membantu Israel dalam melakukan invasi diwilayah gaza dan mampu menduduki wilayah sinai yang dimiliki oleh mesir. Terusan suez adalah wilayah yang sangat strategis karena mampu memangkas perjalanan daru eropa ke wilayah timur jauh dan Australia tanpa mengelilingi benua afrika. Pada masa itu wilayah ini sangat penting bagi inggris dan perancis karena sebagai penguhubung ke wilayah jajahannya. Secara militer Israel,inggris dan perancis menang tapi secara politik mereka kalah, karena tekanan dari dunia internasioanal untuk gencatan senjata dan meminta Israel, inggris, dan perancis untuk mundur dari wilayah mesir. Alhasil, merekapun mundur dan kemudian pemerintah mesir membuka kembali terusan suez untuk komersial

3. Six Days War (Perang 6 Hari)

            Perang ini terjadi pada 5-10 juni 1967, lineup dari masing-masing kubu adalah israel vs mesir, yordania, dan suriah. Awal mula perang ini adalah penutupan selat tiran oleh pemerintah mesir yang presidennya saat itu diajabat oleh Gamal Abdul Nasir, pemerintah mesir juga mulai mengerahkan pasukannya ke tapal batas Israel disekitar semenanjung sinai. Israel menanggapi hal ini dengan maklumat jika selat tiran tidak dibuka maka sama saja dengan menantang perang namun pemerintah mesir tetap menutup selat tiran dan perang pun tidak terelakkan. Pada tanggal 30 mei yordania dan mesir resmi bekerja sama dan yordania turut mengundang suriah untuk bergabung. Menanggapi hal ini Israel melancarkan operasi focus yaitu operasi udara besar-besaran yang dilakukan secara mendadak untuk menyerang pangkalan udara mesir. Hasilnya adalah Israel mampu menghancurkan sebagian besar pesawat dari mesir sehingga membuat kekuatan udara mesir mandul. Dengan keunggulan kekuatan udara Israel, Israel bagai diatas angin melawan persatuan negara arab tersebut. nyatanya persatuan negara arab memiliki ego politiknya masing-masing yang membuat koordinasi dan satuan komando dilapangan tidak berjalan dengan baik. Hal ini yang semakin memudahkan Israel menang perang dengan waktu yang singkat dan berhasil merebut wilayah golan, sinai, dan gaza.

4. Perang Yom Kippur

            Perang ini terjadi pada 6 oktober -26 oktober 1973 antara Israel vs suriah, Libya, dan mesir. Pada tanggal 6 oktober bertepatan dengan hari raya terbesar umat yahudi yang disebut dengan yom kippur, dan bertepatan pula dengan bulan Ramadhan bagi umat muslim sehingga dinamakan perang Ramadhan 1973. Skip, (tidak membahas jalannya perang) Setelah dua minggu perang berkecamuk dewan PBB mengadakan rapat dan menghasilkan resolusi 339 serta gencatan senajata dikedua belah pihak dan mencegah kekalahan total mesir dan sekutunya.  Dalam perang ini aliansi negara arab tidak memiliki tujuan sama sekali untuk membahas kemerdekaan palestina, mereka hanya ingin merebut wilayah sinai dan golan.

            Pada tahun 1978 di camp David amerika serikat disepakati perjanjian camp David yang isinya Israel akan menyerahkan sinai kepada mesir dan golan kepada suriah. Isi yang kedua membahas soal hak-hak bangsa palestina tetapi malah ditolak oleh Organisasi Pembebas Palestina (PLO). Posisi palestina setelah perang yom kippur ini makin tidak jelas terlebih setelah yordania negeri yang ditempati sebagian besar bangsa palestina lebih memilih bersikap netral akibat kekalahannya setelah perang enam hari yang membuat yordania harus kehilangan wilayah di tepi barat dan jerussalem timur. PLO yang berkedudukan di yordania semakin sombong dan menuntut pemerintahan palestina untuk bertindak namun raja yordania menolak. PLO kemudian ingin melancarkan kudeta ke raja yordan namun dapat dicegah raja dengan mengusir PLO keluar yordan.

C. Faksi-Faksi Palestina Tidak Bersatu

            Palestina sendiri mempunyai beberapa faksi-faksi yang kesemuanya memiliki tujuan nya sendiri-sendiri dan kadang justru mereka saling berperang. sungguh sangat disayangkan bahwa bukannya Bersatu menyatukan kekuatan tapi justru malah saling serang dan membuang-buang tenaga dan pikiran. Sebenarnya ada banyak faksi dipalestina dari yang bergerak secara terang-terangan hingga yang bergerak didalam tanah. Namun, ada dua faksi besar yang berkuasa yaitu : faksi Fatah yang berideologi nasionalis sekuler dan Hammas yang berideologi islam. Keduanya sama-sama memeperjuangkan kebebesan palestina tapi dengan jalan dan cara yang berbeda. Fatah lebih memilih berdiplomasi dengan Israel sedangkan Hammas lebih memilih jalan perang untuk kebebasan.

            Dalam perkembangannya kedua faksi tersebut terus berseteru dan bahkan saling menyerang satu sama lain, bukannya menyatukan kekuatan bersama. Rasa nasionalisme juga kurang tercermin pada bangsa palestina sehingga pergolakan atau perlawanan hanyalah seperti batu kerikil saja. Untuk mencapai kemerdekaan memang tidak mudah ada syarat internasional yang harus terpenuhi yakni adanya wilayah, adanya rakyat, pemerintahan yang sah, dan pengakuan dari negara lain. Untuk mencapai sebuah kemerdekaan haruslah mengesampingkan ego politik terlebih dahulu demi tercapainya tujuan bersama apabila kedua faksi besar ini mampu mengesampingkan egonya dan mampu duduk bersama di meja kerja sama, dengan kemampuan diplomasi fatah dan kekuatan dari hammas kemerdekaan mungkin saja bisa diraih bangsa palestina.

D. Simpulan

            Setelah koalisi arab beberapa kali kalah perang dengan Israel mereka cenderung lebih berdamai dan tidak menganggap Israel sebagai musuh lagi. Dunia internasional juga seperti sudah kehabisan akal untuk bertindak dalam konflik ini. Sementara perjuangan bangsa palestina masih terus berlanjut ditengah polemik egosentris para elit palestina dan juga gempuran Israel.

            Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sebuah kemerdekaan itu haruslah diperjuangkan oleh bangsanya sendiri apabila bangsa tersebut tidak Bersatu maka kemerdekaan hanyalah mimpi indah yang terjadi di alam baka sana. Karena sejatinya persatuan dan rasa nasionalisme lah yang menjadi senjata terkuat dalam meraih kemerdekaan. Perang arab-Israel menjadi bukti bahwa persatuan rakyat Israel dalam melawan koalisi negara arab yang terpecah-pecah mampu mengalahkan kekuatan besar koalisi arab. kuncinya adalah PERSATUAN.

 

 

           

.