Jumat, 06 Agustus 2021

Halau Paham Radikalisme, Keutuhan Pancasila Tetap Nomor Satu

 

    Radikalisme adalah suatu paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara paksaan dan kekerasan.

Radikalisme sering dikaitkan dengan tindak terorisme karena pelaku selalu menggunakan cara kekerasan maupun teror yang sangat merugikan banyak orang.

Radikalisme berkembang begitu pesat di Indonesia itu dikarenakan kurang kuatnya akan jiwa pancasilais yang melekat dalam diri dan juga lemahnya iman kepada Tuhan YME. Selain itu orang tertarik dengan paham radikalisme dikarenakan propaganda politik maupun iming-iming yang diberikan seperti dijanjikan langsung bisa masuk surge melalui jalan jihad maupun diberi uang yang banyak.  

radikalisme juga dijadikan cara masyarakat untuk meluapkan kekecewaannya pada demokrasi yang dijalankan pemerintah.

Ada beberapa kasus radikalisme yang mengarah ke terorisme yang pernah terjadi di Indonesia, Seperti yang terjadi kemarin 10 oktober 2019, sekitar pukul 11.50 wib. Bapak wiranto Menteri polhukam mendapat serangan penusukan yang diduga anggota JAD di pandeglang, banten.

Motifnya sendiri masih dipelajari oleh pihak kepolisian tapi diduga pelaku terpapar paham radikalisme.

Radikalisme tumbuh kembang di Indonesia dikarenakan kurangnya pemahaman akan Pancasila dan juga lemahnya pengetahuan soal keagamaan sehingga membuat pelaku mudah dicuci otaknya oleh paham radikalisme.

    Itulah kenapa betapa pentingnya edukasi mengenai Pancasila dilakukan sejak dini dan bertahap bahkan harus diajarkan sampai jenjang perguruan tinggi,saya sebagai penulis dan juga akademisi di Universitas Islam Malang (UNISMA) mengapresiasi pihak-pihak UNISMA dan juga pihak yang terkait karena telah memberikan edukasi mental cinta tanah air yang agamis, pancasilais dan juga berjiwa aswaja yang telah mampu berkontribusi di lingkungan sosial untuk selalu menjaga dan mengawal kemajuan bangsa di era modern ini, tak hanya dilingkup Pendidikan formal maupun non formal tapi ini juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi tegaknya NKRI dan utuhnya Pancasila untuk membentuk SDM unggul dan Indonesia maju.


Minggu, 25 Juli 2021

Kemelud Pendakian Gunung Kelud (Potensi Pariwisata atau Urgensi Politik)

 

Plakat Selamat Datang Pendakian

            Gunung kelud yang berada di perbatasan tiga wilayah kabupaten kediri, kabupaten blitar dan kabupaten malang. Secara administratif gunung kelud berada di 35 km sebelah timur pusat kota kediri dan 25 km sebelah utara pusat kota blitar. Gunung kelud adalah gunung yang aktif dan merupakan salah satu gunung yang paling aktif di Indonesia. Secara geografi gunung kelud berada pada 7° 56' 00 LS dan 112° 18' 30 BT yang memiliki ketinggian 1731 mdpl. Gunung kelud membawa berkah tersendiri untuk warga disekitar lereng gunung kelud. Gunung kelud membawa berkah secara ekonomi dan sosial yang mana hal tersebut dapat dilihat pada sektor pariwisata melalui kanal wisata alam, kemudian di sekitar kaki gunung kelud juga membawa dampak pada kultur tanah yang subur sehingga tanaman dapat tumbuh subur, material yang terbawa dari puncak gunung kelud juga memberikan material bahan bangunan berupa pasir dan batu koral yang berguna untuk bangunan. Hal menarik disini yang ingin difokuskan adalah salah satu objek pariwisata gunung kelud melalui pendakian gunung kelud yang terdapat di wilayah kabupaten blitar. Saat ini untuk jalur pendakian secara resmi untuk menuju puncak gunung kelud masih tersedia 2 jalur yang berada di jalur pendakian Tulungrejo dan jalur pendakian Karangrejo. Kedua jalur memiliki ciri khasnya sendiri dan menawarkan keindahan gunung kelud dari sisi yang berbeda.

            Meskipun menawarkan konsep pariwisata yang sama namun anatara jalur tulungrejo dan karangrejo memiliki perbedaan pada harga karcis simaksi dan fasilitas yang disediakan. Pada jalur pendakian tulungrejo para pendaki harus membayar Rp.25.000 satu orang dan Rp.10.000 untuk parkir namun fasilitas yang ditawarkan juga terbilang worth it, mulai dari akses jalan menuju basecamp-area basecamp yang sudah cukup nyaman dan bagus area parkir luas-kemudian pada kaki gunung juga terdapat camp ground yang cocok untuk liburan keluarga. Mungkin masalah fasilitas dibahas itu dulu saja karena pada proses pendakian pada kebanyakan gunung kurang lebih sama lah ya. Kemudian di jalur pendakian yang kedua terdapat di karangrejo. Pada jalur pendakian via karangrejo sedikit berbeda dengan jalur melalui tulungrejo. Pasalnya di jalur via karangrejo basecamp pendakian terletak jauh dari pos 1 pendakian. Untuk para pendaki yang baru pertama kali mencoba melewati via karangrejo pasti akan merasakan keanehan karena posisi basecamp yang jauh dari jalur pendakian. Karena basecamp yang jauh inilah para pendaki mengharuskan dirinya berkendara ke pos 1 untuk memulai pendakian. Yang sangat disayangkan dari jalur pendakian via karangrejo ini adalah fasilitas pendukung dan akses jalan yang terbilang masih kurang. Untuk menuju pos 1 dari basecamp saja jarak yang harus ditempuh kurang lebih masih 8km dan sekitar 5km nya adalah jalanan bebatuan terjal, sehingga bagi para pendaki khususnya yang menggunakan mobil atau motor matic sangatlah kesusahan. Tempat parkir yang disediakanpun juga masih terbatas. Kendaraan diparkirakan di pos 1 dengan berbekal rantai besi yang menjadi keamanan kendaraan pendaki, tidak ada penjaga. Sehingga rawan sekali terjadi pencurian. Meskipun jalur yang ditawarkan pada pendakian via karangrajo terbilang nyaman dan landau untuk para pendaki pemula sampai pada pos 4. Namun kendala-kendala di awal yang membuat para pendaki ibaratnya sudah capek sebelum berpetualang.

            Berdasarkan informasi dari warga sekitar dan pengurus basecamp fasilitas yang tersedia di pendakian gunung kelud via karangrejo sebagaian besar adalah hasil swasembada masyarakat beberapa hibah komunitas pecinta alam. Mulai dari pembangunan pos selamat datang, plakat, sampai pada pos pendakian. Padahal jika dilihat dari posisi administrative daerah karangrejo sendiri bukanlah daerah tertinggal dan cukup dekat dengan pusat kabupaten blitar. Dengan potensi besar yang ada di wilayah karangrejo sangat disayangkan sekali apabila pengembangan wilayah karangrejo ini masih belum maksimal. Apabila pemerintah daerah setempat mampu fokus dalam hal pemberdayaan dan pembangunan fasilitas sekitar kaki gunung kelud saja sudah mampu menjadi pemasukan untuk APBD. Tentunya jika semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat saling mensuport maka hal tersebut dapat meningkatkan pamor kabupaten blitar. Karena jika dilihat-lihat kabupaten blitar sendiri dalam pariwisata sangatlah memprihatinkan padahal dengan berbagai destinasi yang ada di blitar sudah lebih dari cukup untuk menarik para wisatawan, asalkan pemerintah juga mau serius dalam hal pengembangan masyarakat dan pembangunan fasilitas yang menunjang pariwisata.

            Hal yang mendasar dikeluhkan wisatawan yang berkunjung ke blitar yang pertama sudah pasti adalah akses jalan yang kurang bagus dan fasilitas yang masih minim. Jika melihat pada akses jalan pendakian gunung kelud via karangrejo sudah dapat dipastikan wisatawan enggan untuk kembali lagi, karena jalur yang ada sangat jauh dari layak terlebih bagi mereka yang datang dari luar daerah. Berdasarkan informasi dari penduduk setempat “bahwa pada tahun sebelum 2014 akses jalan sudah lumayan bagus namun ketika terjadi letusan gunung kelud, jalan terjadi kerusakan dan sampai sekarang tidak pernah mendapatkan perbaikan” pada tahun 2018-2020 juga sempat ada wacana dilakukannya perbaikan jalan namun ketika terjadi regenerasi kepemimpinan kabupaten blitar berganti, dibarengi dengan musibah pandemic covid-19 wacana untuk memperbaiki jalan seolah terlupakan kembali. Kini pemerintah daerah memfokuskan anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 yang kian memperburuk pembangunan akses jalan di wilayah blitar.

            Warga sekitar kaki gunung kelud via karangrejo kini harus berjuang mandiri untuk peningkatan wisata didaerahnya meski hanya dengan sesuatu yang seadanya. Para pendaki juga harus lebih bersabar menghadapi trek jalanan yang mengguncangkan perut, para petani sekitar kaki gunung juga harus ekstra hati hati agar hasil panen tidak jatuh porak poranda. Langkah kita masih Panjang dan perjuangan ini masih harus terus dilakukan jangan sampai semua acuh sampai pemerintah mengindahkan.

“Bergeraklah perlahan namun jangan sampai berhenti merupakan filosofi para pendaki yang cocok juga diagungkan di jalur pendakian gunung kelud ini”.

Rabu, 23 Juni 2021

URGENSI PERAN PEMUDA SEBAGAI INISIATOR DAN PARTISIPATOR PEMBANGUNAN DESA

 


Orang desa bukanlah kaum marginal. Desa merupakan pondasi kemajuan negara yang sudah seharusnya tidak dipandang sebelah mata namun dipandang sebagai ladang kemajuan di masa depan. Padahal tren kedepan bahwa anak muda harus menjadi inisiator dan juga partisipator untuk menyerap tenaga kerja dan bukan menjadi beban negara.

-Penulis

            Bagi penulis desa merupakan suatu tempat yang menyejukkan, menentramkan bagi sebagian banyak orang yang merantau ke kota untuk mencari nahkah atau belajar desa merupakan rumah, tempat untuk kembali. Dengan berbagai nostalgia yang disuguhkan oleh desa mulai keindahan, ketentraman dan keluarga desa sebenarnya sudah memiliki banyak rasa tersendiri bagi sebagian banyak orang. Namun dari semua keindahan yang terdapat di desa kini itu semua kini sudah berubah menjadi kenangan belaka. Desa mulai dilupakan oleh penduduknya sendiri, desa sudah mulai ditinggalkan oleh kaum mudanya, kaum yang seharusnya menjadi penerus desa yang menjadi bagian dalam pembangunan desa. Mereka menganggap desa sudah tidak berpotensi lagi, desa hanya untuk orang-orang yang kolot dan berumur. Stigma-stigma tersebut telah marak muncul di mindset millennial kini karena perkembangan teknologi dan zaman dan tidak diiringi dengan local wisdom. Semenjak terjadi revolusi industry yang terjadi di eropa pada periode antara tahun 1750-1850 dimana terjadinya perubahan besar-besaran pada bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi akibat kondisi sosial, ekonomi dan budaya di dunia khususnya di eropa. Perubahan-perubahan tersebut membuat sistem ekonomi berubah drastic dari sebelumnya berfokus pada sektor agrarian kini menjadi sektor industry, dalam aspek sosial dari dulunya masyarakat adalah masyarakat komunal yang berjiwa sosial tinggi kini mulai menjadi masyarakat individual. Dalam dunia teknologi juga berdampak semenjak ditemukannya mesin uap segala jenis pekerjaan kini dapat dilakukan dengan cepat dan efektif namun akan mengorbankan dampak lingkungan.

            Nilai-nilai itulah yang membuat banyak anak millennial beranggapan bahwa hidup di desa merupakan orang yang kolot. Di desa sulit untuk berkembang. Stigma itulah yang membuat millennial enggan untuk menetap didesa dan lebih memilih untuk merantau ke kota. Hal tersebut yang membuat desa semakin terindeks banyak sekali menjadi desa tertinggal dan membuat kesejahteraan desa juga sulit untuk berkembang. Peran millennial dalam pembangunan desa menjadi yang utama karena millennial adalah tenaga yang produktif dan cenderung memiliki visi dan kisi yang visioner dan paham akan perkembangan era teknologi saat ini. Peran-peran masyarakat desa mulai dari lingkungan, aparat desa sampai pada orang tua sangatlah berperan dalam memberikan edukasi sejak dini pada kaum millennial untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Semenjak dikeluarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa merupakan gagasan baru yang ditawarkan oleh pemerintah untuk mendorong desa menjadi lebih berdikari dan mampu untuk mengurus urusan rumah tangganya sendiri. dalam Undang-undang sebelumnya yaitu UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, desa menjadi tanggung jawab kabupaten. Adanya UU Desa ini menjadi pintu gerbang desa untuk berkreasi, dan berinovasi dalam memajukan desanya. Namun dengan adanya UU desa tersebut perlu diperhatikan bahwa peran masyarakat untuk mengawasi juga harus gencar dilakukan, tidak hanya itu peran Lembaga BPD (Badan Permusyawaratan Desa) juga harus diperkuat sebagai media untuk menampung aspirasi warga desa. BPD juga berperan sebagai penerapan dalam demokrasi lokal yang berbasis kearifan dan wujud penerapan Pancasila sila ke- 4 yang berbunyi “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.

            Semakin mudahnya akses desa dalam pengembangannya tidak bisa dilakukan oleh pemerintahan desa sendiri namun perlu adanya campur tangan dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, swasta dan para kaum millennial tentunya. Banyak desa yang sudah banyak menuai prestasi dan mampu berdikari dengan menerapkan local wisdom daerahnya mulai dari sektor pengembangan UMKM, pariwisata desa, maupun dengan tetap menjalankan pertanian atau peternakan namun dengan sistem modern. Dengan meningkatnya derajat desa disini sudah sepatutnya para kaum millineal sudah memiliki stigma yang berbeda terhadap desa secara bertahap. Kesuksesan beberapa desa tersebut sebenarnya juga tidak lepas dari partisipasi berbagai kalangan didalamnya sehingga dapat menciptakan inovasi atau mengembangkan apa yang sudah ada agar hal tersebut dapat bermanfaat dan memberikan impact untuk penduduknya. Peran kamajuan desa yang coba dibangun berbeda dengan konsep kemajuan yang ada di kota. Kita asumsikan saja, jika kota berusaha membangun pemukiman menjadi kota metropolitan yang mana lebih mengedepankan industry dan jasa maka desa berbeda desa berusaha membangun konsep yang lebih friendly dan cenderung membuat cozy yaitu focus pada pariwisata alam, dan sektor pangan. Oleh sebab itu sebenarnya posisi geografis dan geopolitik dua wilayah ini harus saling melengkapi satu sama lain. Desa sebagai penyuplai pangan dan tempat rekreasi berbasis local wisdom sedangkan kota sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi terintegrasi.

            Maka pada intinya millennial boleh saja merantau keluar desa untuk bekerja ataupun menempuh Pendidikan namun jangan sekali-kali lupakan desamu. Setelah banyak mendapatkan ilmu dari kota kembalilah ke desamu, bangun desamu menjadi apa yang sesuai dengan tujuan bangsa. Karena sejatinya desa merupakan sebagai pondasi-pondasi negara. Secara historis desa merupakan orang tua sebuah negara. Sebelum adanya negara desa sudah eksis terlebih dahulu dengan sistemnya sendiri, dengan peraturannya dan kebijakannya. Oleh karena itu sebagai millennial janganlah malu menjadi orang desa, orang yang berasal dari desa. Rubahlah stigma itu dan mulai lah mengembangkan desamu. Peranmu dalam pembangunan desa sangatlah penting untuk kesejahteraan desa. Jika kembali pada pembahasan revolusi industry, Indonesia seharusnya tidak serta merta hanya menerapkannya begitu saja di Indonesia karena budaya dan tradisi yang berbeda sudah seharusnya ada pengkajian ulang agar apa yang menjadi perkembangan dunia, Indonesia juga bisa merasakan dan menerapkannya dengan caranya sendiri. kemuajuan berbasis desa merupakan salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, oleh karena itu butuh peran semua pihak agar cita-cita besar dapat terealisasikan.

Kamis, 17 Juni 2021

REPOSISI FUNGSI STRATEGIS PUBLIC RELATION

 

    Dalam suatu instansi baik instansi pemerintah ataupun non-pemerintah selalu ada struktur tersendiri yang unik dan berperan dalam proses perkembangan maupun pengenalan organisasi kepada masyarakat luas, yang mana peran tersebut selalu saja diberikan pada divisi tersebut. yup, itu adalah public relation atau hubungan masyarakat. Jika kalian tahu sebenarnya public relation atau umumnya disebut humas ini tidak hanya berperan dalam pengenalan organisasi semata namun juga memiliki jobs-jobs lain yang kadang juga tidak dipahami sebagian orang. Sebenarnya secara general PR ini merupakan fungsi unik pada manajemen untuk mendukung pembinaan dan membangun upaya saling menguntungkan melalui komunikasi agar diperoleh pengertian, penerimaan dan kerjasama yang menguntungkan antara organisasi dengan publik atau masyarakat. Seiring dengan perkembangan waktu yang relative dan tidak konstan ini PR terus mengalami evolusi dari masa kemasa karena tuntutan zaman dan nitizen PR berkembang mengikuti situasi dan kondisi yang ada sehingga perannya kini juga menjadi tidak hanya menjadi penghubung namun juga pengangkat status organisasi. Maksudnya adalah PR juga sebagai brand ambassador suatu organisasi. Jika dilihat dari kacamata organisasi penambahan tupoksi ini jika dilihat dari perkembangan organisasinya juga yang mulai mencoba terbang dan PR inilah yang bertugas menjadi sayapnya. PR sendiri kini harus mampu mengaktualisasi dirinya sendiri untuk hadir menjadi bagian dari koalisi yang dominan dalam suatu organisasi.

                Paradigma mengenai Public relation terlalu banyak tersebar di masyarakat sehingga persepsi yang muncul juga kadang tidak memiliki dasar yang factual. Oleh karena itu untuk mewujudkan peran dan fungsi strategisnya harus melibatkan semua pihak yang terkait. Untuk mengubah paradigma dan menyamakan persepsi mengenai substansi PR diperlukan langkah-langkah yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap organisasi terkhusus sebagai perencana dan pelaksanaan membangun hubungan yang intim antara organisasi dengan publiknya dalam jangka Panjang. Sehingga reputasi organisasi dan PR itu sendiri akan terus hidup dan berevolusi di tengah masyarakat yang mulai pragmatis dan kritis ini. Jika sedikit mengutip kata-kata dari Cicero yaitu :

“karena ada dua penguasa, kata cicero. Yang satu berkuasa dengan kekuatan senjata. Ia menyebutnya imperator millitaris, dan yang lainnya berkuasa dengan kekuatan kata. Ia menyebutnya imperator togatus. Sebagaimana ucapan pada puisi di atas adalah satu bait puisi yang pernah ditulis oleh cicero, bahwa seorang pejuang kebebasan berbicara, ia ingin agar masyarakat memilh memecahkan persoalannya dengan kata bukan dengan senjata” -Cicero

                Perkataan cicero diatas menunjukkan bahwa peranan penting permainan kata dan negosiasi bukanlah hal yang sepele. Ia menegaskan bahwa kata bisa lebih berbahaya dari senjata maka dalam reposisi fungsi strategis public relation ini seorang humas harus mampu berpikir objektif dengan paradigma sanguinis karena sejatinya public relation diisi oleh orang-orang yang (optimis, aktif, santai dan bersosial). Reposisi public relation tak lengkap jika tidak membahas pula Seni dalam bernegosiasi, negosiasi selalu menjadi obrolan yang menarik dalam dunia per humasan. Tidak hanya itu manusia yang kodratnya adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain tanpa sadar akan selalu menggunakan seni negosiasi. Tapi apakah mereka sadar yang mereka lakukan adalah negosiasi ? kebanyakan dari mereka tidak sadar. Oleh karena itu pemahaman akan negosiasi tidak hanya penting dalam organisasi melainkan juga penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Secara sederhana negosiasi adalah seni berkomunikasi dua arah antara pihak pertama dengan pihak kedua atau ketiga. Yang nemanya komunikasi antar manusia dengan karakter dan pemikiran yang pluralis tentunya kadang juga menimbulkan konflik kepentingan. Oleh sebab itu posisi negosiasi dalam komunikasi maupun public relation tidak boleh dilupakan.

                Adanya negosiasi melalui kemampuan verbal, gaya bicara, intonasi, ataupun gimik sebenarnya hal tersebut sudah menunjukkan ciri-ciri untuk mempengaruhi orang lain agar setuju ataupun mau mengikuti apa yang kita pikirkan. Posisi negosiasi dalam public relation berperan penting gunan menunjang operasional organisasi selain untuk mencari kerja sama dengan pihak luar, negosiator juga berperan untuk memberikan citra baik dan menjalin hubungan dalam internal. Namun value sepenting ini kadang juga dilupakan di dalam tupoksi public relation, sehingga perlu adanya reposisi fungsi yang membuat fungsi public relation dalam suatu organisasi menjadi strategis.

“Dalam banyak ketukan lainnya akhir-akhir ini, ada lapisan humas yang harus Anda lalui untuk sampai ke pembuat berita itu sendiri.” -Bob Schieffer

                Perkataan tokoh diatas menandakan bahwa posisi sebenarnya yang harus diambil public relation adalah berada ditengah organisasi dan masyarakat. Sehingga public relation ibaratnya haruslah netral tidak ke kiri ataupun ke kanan. Hal tersebut nantinya akan membuat public relation akan lebih mudah diterima oleh public.

Kesimpulannya :

                Pada akhirnya peran signifikan dalam public relation tak akan pernah lepas dengan kehidupan sosial bermasyarakat sehingga apa yang harus dikerjakan juga harus melihat kondisi sosial masyarakat sekitarnya, karena sebuah pinalti apabila dalam public relation bergerak namun tidak mampu melihat kondisi lingkungan sekitarnya. Posisinya yang strategis dalam struktur organisasi membuat public relation harus berkerja ekstra dalam memahami apa yang sudah menjadi tujuan organisasi kemudian di packing ulang dalam proses yang lebih friendly sehingga mampu diterima oleh masyarakat luas. Nilai-nilai yang dijunjung bukan hanya nilai value untuk internal organisasi semata namun juga memberikan impact positif terhadap eksternal yang menjadi sasaran organisasi. 


Senin, 31 Mei 2021

Jangan Jadi Kacang Yang Lupa Pada Kulitnya



        Mungkin sudah bukan hal baru lagi di tengah masyarakat yang meninggalkan desa mereka dan mencari peruntungan ditanah perantauan. alasannya simpel mereka berharap dapat memiliki hidup yang lebih baik. hal-hal seperti ini bahkan sudah menjadi budaya masyarakat desa khususnya para anak muda yang berbondong-bondong untuk ke kota. peristiwa ini biasa disebut dengan urbanisasi. urbanisasi adalah perpindahan penduduk desa menuju ke kota. ada banyak faktor yang menjadikan hal ini terjadi dan yang utama adalah masalah ekonomi. desa bukanlah penghasil profit yang tinggi dan juga banyaknya kesempatan kerja di kota banyak membuat penduduk desa merantau ke kota. mereka juga beranggapan bahwa jika terus menetap didesa disebut kampungan. karena mayoritas penduduk desa bekerja sebagai petani, peternak atau berkebun disisi lain pekerjaan-pekerjaan yang mereka sebut kampungan tersebut sejatinya adalah sumber penopang pangan bagi seluruh rakyat indonesia. 

    saya sangat paham mengapa mereka meninggalkan kampung halaman mereka, fenomena-fenomena seperti ini memang seperti sudah menjadi budaya terlebih dengan semakin gencarnya perindustrian dibanding sektor lain, semenjak revolusi industri 1.0 tahun 1750-1850 dimana terjadi perubahan besar-besar an pada pertanian, perternakan dan manufaktur menyusul ditemukannya mesin uap membuat kemajuan industri semakin menggila hingga saat ini yang mulai memasuki revolusi industri 5.0. seiring kemajuan tersebut juga tak luput dari dampak negatif juga, seperti pembalakan hutan dan lahan pertanian yang semakin massif, lingkungan yang tercemar, dll. saya sangat prihatin mengenai hal-hal ini. 
    
Bersambung . . . . . . . . . . . . . . 

Hati Merdeka

            Bagi kalian yang selalu mendambakan menjadi manusia yang merdeka tidak hanya merdeka fisik namun juga hati dan pikiran. Lalu merdeka itu apa sih ? apa arti merdeka buat kamu ? dan secara fisik saja yang merdeka apakah sudah cukup buatmu ? yupp, pertanyaan pertanyaan seperti itu sering muncul dibenak beberapa orang yang menginginkan merdeka yang bener-bener utuh. Terlepas dari itu merdeka bukan sekedar kita merdeka dari suatu kolonialisme bangsa atau negara lain, sama halnya dengan negara Indonesia yang merdeka pada 17 agustus 1945 yang mana meski proklamasi dikumandangkan di pagi hari tepat pada 17 agustus di langit yang agak mendung namun pada kenyataanya, waktu itu Indonesia belum benar benar merdeka. Karena waktu itu setelah proklamasi justru belanda bersama inggris melakukan agresi militer dengan alasan mengamankan wilayah yang bera
da dalam status quo karena kekosongan kekuasaan seusai ditinggal para prajurit dai nippon atau istilahnya de police (polisinil). Bisa dilihat bahwa status kemerdekaan kita masih kecil tak segagah burung garuda.

            Garuda adalah raja burung yang berasal dari keturunan Kasyapa dan Winata, salah seorang putri Daka.dengan semangat garuda seluruh elemen masyarakat Indonesia terus menerus memperjuangakan tanahnya ditangan para orang asing. Pertumpahan darah tentunya bukan menjadi sesuatu yang dramitis disini. Mereka semua siap MATI ! YA MATI untuk memperjuangkan hak kemerdekaannya. Begitu sangat mahalnya arti merdeka.

            nyawa saja berani dibayarkan untuk sebuah merdeka fisik, bagaimana dengan merdeka hati ? bukankah besar bayarannya untuk menebusnya dari tangan belenggu keterkekangan. Manusia itu selalu terbelenggu, terdapat dinding yang kokoh dan tinggi di dalamnya. Jadi hati merdeka apakah benar-benar ada ?

            Ada beberapa hal yang menganggu dipikiran, siklus hidup manusia itu sama halnya dengan makhluk hidup lain hewan, tumbuhan, mikroba, amoeba, mereka sama dengan kita mereka lahir-tumbuh-lalu mati entah mati karena dimangsa, seleksi alam atau karena faktor usia. Namun yang membedakan adalah mereka jauh lebih bebas.

            Yup, hewan saja mampu hidup secara bebas di alam liar tapi manusia berbeda, manusia selalu terkekang semenjak manusia mampu berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain. Kenapa ?

            Karena manusia yang punya kecerdasan kognitif, kecerdasan untuk mulai saling berinteraksi dan menjalin kerja sama. Emang hewan tidak punya ya ? ya punya tapi tidak sekompleks sistem manusia.

            Sejak awal dilahirkanpun manusia sudah tidak memiliki kebebasan, lets say, kebebasan untuk memilih “dilahirkan atau tidak atau dilahirkan di situasi tertentu” mustahil kan.

            Yeah, orang dulu kala juga pernah berpikir demikian lalu muncullah filosofi determinisme, dalam filosofi tersebut semua yang terjadi di dunia itu pasti memiliki hukum sebab-akibat. Kalo di ibaratkan kalo ada asap pasti ada api. Kalo A pasti juga B. Begitulah kira-kira.

            Dari sini maka belum dapat diambil jawabannya, tapi justru memunculkan pertanyaan. Jadi sebenernya manusia punya kebebasan tidak ? hati yang merdeka apakah nyata atau hanya delusi dimimpi saja.

            Tapi meskipun begitu adanya, merdeka atau tidak di lubuk hati kudu tetep jalanin apa yang terjadi , optimis dengan yang akan datang dan mengambil pelajaran dari yang lalu. Sesimple itu hidup.

            Jadi dalam memperoleh hati merdeka  nggak perlu iri dengan burung yang bebas terbang kesana kemari di angkasa, ga perlu iri dengan ikan yang dapat menyusuri luasnya samudera hingga ke palung. Namun bila itu semua disikapi dengan pandangan yang positif maka burungpun tidak 100% merdeka dia sewaktu-waktu bisa diburu pemangsa atau pemburu, di udara angina juga bertiup kencang, begitu pula dengan ikan ada hiu disana, dilautan lepas yang maha luas tekanan justru lebih berat dari permukaan. Tekanan di permukaan tidak seberat di air dan anginnya tidak sekencang di udara, kan ? harusnya makhluk permukaan bersuka cita ia hidup disini. Lalu artinya apa coba ? yup, semua punya porsi nya masing-masing. Coba kamu jadi ikan ? mampu nggak, ya enggaklah

            Menurutku, menurutmu, menurutnya atau menurut siapa sajalah hati yang merdeka itu terletak dari cara pandang kita melihat dunia, cara pandang untuk melihat suatu kejadian yang terjadi dan cara pandang kita dalam menyikapi kejadian tersebut.

            Bila kau mengartikan merdeka hanya sebatas waktu proklamasi 17 agustus 1945, ya itu artinya kamu sudah merdeka.

            Berbeda dengan yang mengartikan merdeka yang benar-benar merdeka tanpa adanya kurungan, mereka adalah free will.

            Tapi terlepas dari kesemua problematika hati yang merdeka disitu ada sense yang tersirat, tanpa kebebasan mutlak-pun manusia dapat menjalani kehidupan ini dengan apa adanya, gitu loh.

            Seorang cewek manis pernah berkata “hidup ini memang kejam tapi juga indah” karena sebenarnya belenggu terbesar manusia ya pikirannya, Dia yang sebenarnya mengkontrol manusia. Berdasar dari filosofi determinisme tadi apa yang kita lakuin akan selalu memiliki pengaruh kedepannya.

            Lalu apa yang harus solusinya ? ya seperti tadi, semua dipengaruhi dari arah mana kamu memandangnya, dengan mentrigger pikiran, hati untuk lakuin hal yang bermakna entah itu untuk diri sendiri atau orang disekitar itu semua akan menjadikan diri sendiri merasa merdeka dan tanpa sadar juga akan memerdekaan orang lain.

            Jadi di akhir kata, hati merdeka itu yaaa, memerdekaan orang lain sebanyak-banyaknya dengan begitu nilai merdekamu akan menyalur ke orang lain dan orang lain pun juga nantinya akan memerdekaan orang lain lagi.

Dan siklus pohon rindangpun terjadi.  

Sabtu, 12 September 2020

The Best Human


    a doctor, a lawyer, a little boy, and an ordinary man were out for a Sunday afternoon flight on a small private plane. suddenly, the plane developed engine trouble in spite of the best efforts of the pilot. the plane started to go down. finally, the pilot grabbed a parachute and yelled to the passengers that they better jump and he himself bailed out unfortunately there were only three parachutes remaining. 


    the doctor grabbed one and said "I'm a doctor, I save lives so I must live" and jumped out. the lawyer then said "I'm a lawyer and lawyers are the smartest people in the world, I deserve to live" he also grabbed a parachute and jumped out. the ordinary man looked at the little boy and said "my son, I've lived a long and full life, you are young and have your whole life ahead of you, take the last parachute and live in peace".


    the little boy handed the parachute back to an ordinary man and said "not to worry sir, the best human in the world just took off with my backpack.